Sambil menunggu bu fitri kembali hal itu terus terpikirkan di benaku.
Saat ia kembali aku pun bertanya kepadanya. "Bu, kenapa ibu tidak mengabari orang tua rendy? Apakah mereka tak bisa dihubungi?, Kenapa ibu mau menanggung semua biayanya?". Bu fitri hanya terdiam sesaat stelah aku bertanya itu, lalu.
"Sebenarnya ada hal tentang rendy yang hanya kepala sekolah dan ibu saja yang mengetahuinya, dan ibu sudah berjanji bahwa hal itu akan menjadi rahasia mutlak".
"Apa yang sebenarnya ibu sembunyikan?"Tanyaku. "Tetapi karena ibu melihatnya sendiri kalau alvin adalah 1 1 nya teman sejati rendy mungkin kamu juga harus tau ini. Rendy tidak memiliki keluarga."
"Maksudnya? Keluarganya ada diluar kota?" Jawabku masih terheran heran.
"Keluarga rendy sudah lama meninggal ketika ia berusia 8 tahun. Rendy tinggal sebatang kara dirumahnya"
Mendengar jawaban bu fitri aku hanya terdiam tak percaya apa yang ia katakan. "Mustahil, mustahil bu, rendy adalah anak yang ceria mana mungkin ia menyimpan kepedihan sebesar itu".
"biar ibu ceritakan. Dulu rendy memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia, ayah ibu dan 1 orang kakaknya. Namun ketika rendy sedang sekolah, ayah dan ibunya pergi akan menjemput rendy pulang sekolah dengan mobil. Tetapi ditengah jalan mobil tersebut ditabrak truk dari arah berlawanan hingga ayah dan ibu rendy meninggal ditempat. Kemudian rendy yang malang tinggal dengan kakaknya berdua, namun 2 tahun setelahnya, kakaknya rendy yang masih SMA saat itu mengalami kejadian mengenaskan, ia diperkosa dan disiksa oleh sekumpulan preman ketika akan pulang sekolah. Sesampainya di rumah ia begitu stres dan depresi, dan di malamnya kakaknya memutuskan untuk gantung diri. Rendy yang kala itu masih berusia 10 tahun harus melihat kakaknya tewas didepan pintu kamarnya ketika rendy baru bangun tidur". Aku seakan masih tak percaya jika rendy mengalami itu semua. "Mengapa rendy menyembunyikan itu semua" tanyaku. "Ia tak ingin dipandang berbeda oleh orang lain, ia ingin hidup seperti anak anak lainnya, walau kenyataannya hidupnya berbeda sekarang. diusianya yang masih sangat muda ia sudah mengetahui bahwa masa lalunya adalah aibnya dan tak ada boleh yang tahu. Walaupun begitu rendy tetap menjadi anak yang ceria dan berprestasi. Bahkan kamu sangat beruntung bisa memiliki teman seperti rendy yang rela berkorban.yang ibu tau Hanya kamu yang benar benar rendy akui sebagai teman." Jawab bu fitri.
Setelah mendengar cerita bu fitri tadi mengenai kebenaran dibalik seorang rendy, aku hanya bisa terdiam. Awalnya aku merasa adalah satu satu nya orang yang paling bernasib menyedihkan. Dengan takdir yang begitu kejam kepadaku. Namun kali ini aku sadar ada banyak diluar sana yang takdirnya lebih buruk dibandingkan aku. Seharusnya aku merasa bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini. Dan juga ini membuat pandanganku berubah kepada rendy dan keraguan di hatiku mengenai bahwa rendy adalah sosok yang sempurna menjadi sirna. Tak seharusnya aku membandingkan diriku dengan rendy, rendy adalah sosok teman yang melebihi saudaraku. Aku merasa belum melakukan hal yang setimpal dengan yang rendy lakukan. Aku merasa tak berguna, aku menyalahkan diriku atas kejadian ini, andai rendy tak terlibat dengan urusanku dengan robi mungkin kejadian ini takan terjadi.
3 jam telah berlalu, hari mulai gelap. kondisi rendy masih belum sadar. Dan sebentar lagi rendy akan menjalani operasi. Aku sangat khawatir dan cemas, aku tak tau harus apa dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Bu fitri barusan ditelepon oleh anaknya karena ada urusan penting. "Alvin, ibu ada urusan penting di rumah. Alvin tunggu disini ya kabarin kalau ada apa apa, ibu pergi sebentar aja lalu akan kembali secepatnya". Ujar bu fitri sambil bergegas pergi.
Aku hanya terduduk diam sambil melamun dilorong koridor rumah sakit yang sepi dan mulai gelap. Dan tak lama rendy keluar dari ruang IGD dan akan dipindahkan keruang operasi, tampak rendy yang terbaring lemas dengan infus dan selang oksigen yang menempel. Aku berusaha mengejarnya namun suster menyuruhku menunggu diluar karena operasi akan segera dimulai.
Aku hanya bisa kembali dan menunggu, walau perutku sangat lapar namun rasa itu kalah dengan rasa cemas yang aku alami. Aku sangat berharap bisa mengubah kenyataan bahwa hari ini tak pernah terjadi. Bu fitri masih belum kembali, aku teringat mungkin lebih baik aku mengabari sofi mengenai kejadian ini. Namun aku merasa sedih dan tak tau bagaimana rasa sedih sofi ketika mendengar orang yang ia sayangi ternyata sedang kritis. Namun lebih baik sofi mengetahui semuanya, karena sofi juga salah satu orang terdekat rendy selain aku.
Ketika aku menelepon sofi dan mengabarinya, ia begitu syok mendengar kabar itu, ia hanya terdiam dan langsung menutup telepon. Aku merasa bersalah karena itu, aku bisa merasakan sofi sedang menangis sekarang. Namun setidaknya aku telah memberi tahu yang sebenarnya. Aku tak berharap ia akan datang dan menemaniku disini, lagi pula jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Anak gadis mana yang diberikan izin keluar jam segini.
Aku begitu lelah dan mengantuk, tubuhkupun begtu sakit setelah pertarungan tadi. Namun aku coba bertahan disini, aku sadar apa yang aku lakukan tak sebanding dengan yang rendy telah lakukan. Mataku sudah mulai berkunang kunang, aku sudah tak tahan lagi hingga aku tertidur. Aku bermimpi melihat rendy dan orang dengan jaket hitam sedang berjalan sambil berpegangan tangan. Aku ingat bahwa orang berjaket hitam itu pernah muncul dimimpiku sebelumnya, orang itu sudah cukup tinggi seperti anak SMA namun badannya cukup kurus.
Aku berusaha mengejar rendy namun perlahan mereka seketika menghilang kedalam kegelapan, aku terus lari dan mengejar. Tetapi pijakan ku seketika menghilang dan aku terjatuh. Seketika aku terbangun dari tidurku, ternyata sofi sudah ada disampingku dan memegang bahuku. Aku awalnya kaget dan mengira aku masih bermimpi setelah aku melihat jam menujukan pukul 12 malam aku sadar aku sudah terbangun. "Alvin, gimana keadaan rendy" tanya sofi dengan wajah penuh bekas air mata. Aku sudah mengira ia akan menangis dan sangat sedih namun aku tak mengira bahwa ia benar benar akan datang kesini. "Tadi jam 8 rendy baru dipindahin dari ruang IGD ke ruang operasi, saat ini dia masih diruang operasi, ketika aku melihat rendy keluar ia masih tak sadarkan diri". Jawabku sambil menunduk. "Aku sangat mengkhawatirkan dia, semoga oprasinya berjalan lancar. Aku langsung kesini stelah kau meneleponku" Jawab rani. "Gimana kau bisa diizinin keluar jam segini? Naik apa kau tadi?". "Aku gak izin, aku keluar dari jendela kamarku dan langsung pergi dengan sepeda, orang tuaku sudah tidur dan gak akan tau,yah walau bakal dimarahin habis habisan kalau mereka tau." . "Hmm begitu ya" jawabku, sambil berfikir bahwa sebegitunya pengorbanan sofi untuk rendy. Namun ,"eh alvin udah makan? Aku bawa roti sedikit tadi karena buru buru juga, aku yakin kau belum makan karena disini seharian, makan ya.." betapa tercengangnya aku mendengar itu. Ternyata ia masih berfikir tentangku. Aku hanya terbengong karena belum pernah ada orang seperti ini kepadaku.
"Em, ee. i.. iya.. aku makan nant kok". Jawabku dengan malu. "Gakk harus sekarang, ini makan sekarang". Jawab sofi dengan wajah yang perlahan mulai cerah seperti biasa. Aku sadar aku tidak boleh terbawa perasaan lagi dengan sofi, karena sofi datang kesini demi rendy dan sofi sangat menyayanginya.
"Iya aku makan sekarang.. rotinya keliatannya enak banget sih". Ujar ku.
Setengah jam telah berlalu, terlihat sofi yang sedang melamun. Aku memperhatikan diam diam. Dan perlahan sofi kembali meneteskan air mata, secara refleks aku langsung mengelapnya dengan dasiku. "Udah sofi jangan nangis ya, kita doain rendy. Aku yakin rendy bisa melewati ini kok dan akan baik baik saja setelah ini" ujarku sambil berlutut didepan sofi dengan senyuman yang refleks tercipta. Aku tak tau sejak kapan aku bisa melakukan ini.
"Iya alvin, gpp kok sofi cuman masih merasa cemas aja tadi" jawab sofi sambil tersenyum dengan manisnya. Lalu aku terfikirkan untuk menanyakan sesuatu "sofi, aku boleh nanya gak?". "Boleh, nanya apa?" Jawab sofi. "Kenapa sofi begitu peduli dengan rendy, apa sofi sangat menyayanginya?". Terlihat sofi yang hanya terdiam sesaat, "sebenarnya ini ada kaitannya dengan masa lalu rendy, hanya saja.." jawad sofi dengan ragu. "Gpp kok, aku udah tau semuanya dari bu fitri soal siapa sebenarnya rendy, mengenai keluarganya, dan apa alasan dia tak mau menunjukan rumahnya".
"Hmm begitu ya, jadi sebenarnya sofi punya kaitannya dengan masa lalu rendy, 5 tahun yang lalu atau tepatnya saat kelas 3 SD. sofi adalah teman sd rendy juga, rendy orangnya sangat baik, sofi dulu sering diganggu sama teman teman, sofi sering diejek karena dulu ayah sofi adalah supir angkot. Barang sofi juga sering di umpetin. Dan disitu rendy datang selalu membantu sofi. Saat sebelum kejadian keluarganya, rendy adalah anak yang sangat ceria, ia punya banyak teman. Namun disuatu hari rendy tak kunjung datang ke sekolah, dan guru guru heboh membicarakan tentang kecelakaan seorang keluarga, saat itu sofi belum mengerti apa apa. 1 minggu rendy tak hadir sekolah lalu ia tiba tiba hadir. Sofi langsung menanyakan kenapa rendy tak hadir, dan apa yang terjadi. Namun rendy tak memberikan jawaban sedikitpun, ia berubah total semenjak kejadian itu.ia tak mau bercerita. Ia tak ingin bermain, tak mau jajan atau makan, tak ingin berbicara, dan dia hanya datang duduk dan diam, bahkan nilai ujiannya pun turun drastis. Namun disitu sofi selalu ada untuknya, walau ia hanya diam saja sofi selalu duduk disamping dan menemaninya. Sofi selalu membawa makanan untuknya, walau kadang ia mau makan atau tidak. Selama 2 tahun rendy seperti itu hingga puncaknya saat kelas 5. Sofi sudah mulai mengerti apa yang dialami rendy. Dan ketika rendy tak masuk sekolah lagi, Sofi melihat diberita tv bersama ayah ibu sofi kalau ada seorang gadis SMA yang bunuh diri ternyata itu adalah kakaknya rendy. Hati sofi merasa tersakiti melihat itu, sofi tak bisa membayangkan apa yang dirasakan rendy saat itu. 3 minggu rendy tak hadir sekolah, sofi mengira rendy akan benar benar pergi tak sekolah lagi, ternyata ia kembali hadir. Sofi yang mengetahui apa yang terjadi hanya bisa duduk disampingnya sambil mengusap bahunya. Untuk pertama kalinya sofi melihat rendy menangis disaat itu. Dan sampai kami tamat SD rendy masih menjadi kepribadian seperti itu. Namun ketika masuk SMP ia perahan berubah, dan puncaknya saat ia melihatmu alvin, ketika kami bertemu. rendy sering bercerita tentang dirimu,untuk pertama kalinya rendy berubah menjadi dirinya yang ceria saat bersama mu. Alasan rendy mengapa ia memilihmu karena ketika rendy melihat alvin, rendy seperti melihat dirinya yang dulu. Sofi senang bisa melihat rendy dan alvin bisa menjadi anak yang ceria. Soal sofi menyayangi rendy, sofi masih tak tau, sofi hanya melakukan apa yang rendy lakukan kepada sofi dulu, sofi belum terpikirkan hal itu. Namun satu hal yang pasti kalian berdua akan menjadi orang terpenting bagi sofi".
Aku terdiam sejenak, di dalam benak hatiku ingin aku mencintai sofi namun aku sadar aku masih tak layak. "makasih ya sofi udah mau menceritakan semuanya, aku jadi lebih tau siapa rendy sebenarnya.". "Iya alvin.. " jawab sofi. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 4, sofi sudah mulai tertidur dibahuku, dan aku menyelimutinya dengan jaket yang sudah lama aku simpan ditas, "wajahmu ketika tidur jadi 3 kali lebih imut sof.. hihi" senang rasanya bisa melihat sofi tidur. Dan tak lama bu fitri kembali datang. "Gimana alvin keadaan rendy, maaf ya ibu baru bisa datang jam segini". "Iya gpp bu, rendy masih diruang operasi sejak jam 8" Jawabku. "Sudah 8 jam berarti. Sudah cukup lama, semoga operasinya berjalan lancar dan cepat selesai. Dan bagaimana sofi bisa ada disini alvin?". Ujar bu fitri dengan terheran.
"Iya bu, tadi malam jam 10 alvin megabari sofi, dan jam 11 ia datang kesini naik sepeda sendirian, dia akan dimarahi orang tuanya pasti". "Hmm jadi begitu, dia sangat khawatir dengan rendy, mungkin seperti itu perasaan alami dari seorang wanita. Gpp nanti ibu yang mengurus soal orang tua sofi".
"Wah terimakasih bu.." . "iya nak.. sekarang alvin bisa tidur sebentar, biar ibu yang jaga".
Aku dan sofi pun tertidur yang menyisakan bu fitri berjaga sendirian. Suara detik jam bergema begitu nyaring menandakan begitu sunyinya ruangan ini.