Tak jauh dari sekolah, terletak didalam sudut komplek yang sunyi, rumahnya begitu tersembunyi dibalik pagar yang menjulang tinggi dan sangat tertutup. Bagiku rumahnya cukup mewah dengan 2 lantai. Kami berjalan memasuki pagarnya. Terlihat rumah yang begitu sunyi berdiri megah. Aku sangat kagum melihatnya. Lalu Saat kami memasuki kedalamnya banyak dekorasi dekorasi klasik terpajang, seperti foto hitam putih tahun 90 an, patung patung aneh, dan beberapa lentera terpasang didinding, dan pemutar musik jadul yang lagunya terbuat dari piringan hitam yang sangat antik.
Lalu aku bertanya kepada rendy "Jadi.. selama ini kau tinggal sendirian disini?". Rendy awalnya terdiam, "Yeah, jujur aku tak ingin ini diketahui siapapun, namun yah mau gimana lagi, tanpa kalian aku tak akan bisa sampai ke rumah. Semenjak semuanya pergi aku hampir tak pernah menghabiskan waktuku di rumah, tak peduli kapanpun itu aku selalu mencari tempat agar tidak berada di rumah kecuali untuk tidur aja". Jawab rendy. "Lah kenapa rend, rumah kamu bagus mewah sangat nyaman untuk berada disini, dan kalau kamu tinggalin terus bisa bisa dirampok loh rend" Tanya sofi.
"Ntah lah, dulu aku merasa tempat ini adalah tempat paling nyaman bagiku, namun sekarang dengan kesunyian ini aku merasa kenangan itu selalu muncul kembali dan merusak diriku, tak ada gunanya bagiku mengharapkan kenangan yang sudah lama lenyap untuk datang kembali. aku sudah memutuskan untuk melupakan semua masa laluku dan memulai hidup baru.". "Emm iya aku mengerti" jawab sofi.
Akhirnya kami sampai dikamar rendy dan membantunya untuk pindah dari kursi roda menuju kasurnya. " Wahh kamarmu rapih banget rend, bukan cuman kamar sih tapi seluruh ruangan rapih dan tertata dengan baik, keren.. " ujar ku sambil kagum. Terlihat sofi yang berjalan keliling keliling ruangan di rumah itu dan memasuki ruangan yang tertutup, hampir semua benda di ruangan itu ditutupi oleh kain putih. Sofi melihat satu persatu benda benda tersebut hingga ia menemukan 1 kardus berisi foto foto lama keluarga rendy. Sofi melihat beberapa foto tersebut, terdapat 1 foto keluarga yang terdiri dari ayah,ibu, kakaknya, dan juga rendy . Difoto tersebut semua orang tersenyum lepas dan rendy masih sangat kecil saat itu. Kemudian ada foto rendy dan kakaknya berdua. Kakak rendy begitu sangat cantik dan menawan, dengan kulit putih rambut yang panjang terikat sambil memeluk rendy. "Hmm sungguh keluarga yang bahagia" ujar sofi dalam hatinya. Namun dibalik kardus tersebut sofi melihat ada potongan potongan koran yang sengaja ditempel di dinding. Potongan koran pertama berisi tragedi kecelakaan 7 tahun silam. "Naas, kecelakaan di jalan tol perbaungan menewaskan sepasang suami istri yang mengendarai mobil, keduanya tewas ditempat karena dihantam oleh truk dari arah berlawanan. Bahkan kedua jasad mereka sudah tak lagi utuh". Ujar sofi membaca koran tersebut dalam hatinya. Lalu sofi melihat potongan koran disebelahnya. "Tragis, seorang remaja wanita berusia 16 tahun diperkosa oleh 8 orang temannya sekolahnya, korban diperkosa dikelasnya sendiri saat selesai ekskul pramuka dimalam hari. Namun yang lebih mengenaskan sesampainya di rumah korban ditemukan tewas gantung diri di kamarnya. " Tragedi kakaknya terjadi 5 tahun yang lalu hanya selisih 3 tahun semenjak orang tuanya meninggal. Lalu sofi melihat ada kunci didalam kardus tersebut. Dan setelah diperhatikan ternyata itu adalah kunci untuk membuka lemari yang ada disampingnya. Rasa penasaran sofi membuat ia membuka lemari tersebut
Engsel lemari tersebut sudah berkarat dan berdebu, sepertinya lemari tersebut tidak pernah dibuka selama bertahun tahun. Alangkah terkejutnya sofi saat melihat isi lemari tersebut adalah tali tambang berwarna putih penuh noda darah dan disampingnya ada sebuah kertas bertulisan Rahayu syafitri. "Kalau dilihat dari gambar yang ada di koran tadi, sepertinya tali ini yang digunakan kakaknya rendy untuk bunuh diri, dan juga beberapa pakaian dalam ini pasti milik kakaknya rendy juga. Aku bisa merasakan kesedihan kakaknya rendy, padahal dia begitu cantik layaknya seorang putri.. Seharusnya ini disimpan oleh polisi sebagai barang bukti atau setidaknya barang barang ini sudah dibuang.. tapi mengapa rendy menyimpannya, bagiku ini agak aneh". Ujar sofi dalam benaknya. Lalu disisi lemari yang lain terdapat pakaian terakhir ayah dan ibunya rendy saat kecelakaan. Pakaian tersebut sudah sangat rapuh dan dimakani rayap, bercak darahpun sudah berubah menjadi karatan berwarna kekuning kuningan karena Sakin lamanya pakaian tersebut berada. Dibawah tumpukan pakaian orang tuanya rendy terdapat sebuah kertas usang. Dan saat sofi mengambilnya,itu adalah sebuah gambar yang diwarnai dengan krayon. "Wahh gambarnya bagus sekali.. Yaps, tak salah lagi gambar ini adalah keluarganya rendy yang saling berpegangan tangan dengan senyum yang lebar, Bahkan ada gambar kucingnya juga.. haha unik banget sih kucingnya ,ekornya bisa bercabang dua gitu, dan apa iya sih ada kucing warna biru.. lucunya".
Kembali kekamar rendy, bu fitri yang baru saja tiba, ia ditelepon oleh kepala sekolah. "Nak.. ibu kayanya harus pergi sekarang, ada rapat disekolah sebentar lagi, gpp kan kalau ibu tinggalin sekarang?" Tanya bu fitri. "Iya gpp bu, makasih banyak ya bu udah mau nanggung semua biaya rendy dan mau meluangkan waktu buat rendy". Jawab rendy. "Iya sama sama nak, kamu udah ibu anggap anak sendiri kok, ibu pergi dulu ya, kamu istirahat aja biar cepat sembuh".
Setelah bu fitri pergi, hanya menyisakan aku dan rendy dikamar tersebut. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan kepada rendy mengenai kebenaran soal dirinya. "Rend, jujur aku sangat terkejut setelah mengetahu siapa dirimu sebenarnya, kita sudah lama berteman namun kau merahasiakan ini semua. Tapi aku bisa memahamimu mengapa kau merahasiakan ini semua. Ada hal yang ingin kutanyakan, yah walau kau tak menjawabnya juga tak apa apa. Bagaimana kau bisa mengisi kekosongan dirimu setelah kau kehilangan segalanya?, Kau sangat mencintai keluargamu bukan?". Rendy memejamkan matanya dan kembali terbayang kejadian 7 tahun silam saat iya kehilangan ayah dan ibunya.
"Di.. oooh didi.. ". Terdengar Suara lembut Panggilan dari ibunya rendy untuk rendy kecil. "Iyaa bu, didi datang.." jawab seorang anak kecil sambil memegang kertas bergambarkan sesuatu. "Wahh anak ibu sekarang udah jago gambar... Ibu kirain didi tidur loh tadi.. " jawab sang ibu. "Gak kok bu, habisnya didi bosen aja tiap hari di rumah, ntah kenapa sekarang didi jadi suka gambar bu..". " Wah masa.. coba ibu liat gambarnya, emang kamu gambar apa sih.. " tanya ibu rendy. "Emm ada deh pokoknya, gambarnya belum selesai bu, mungkin besok.. nanti didi tunjukin kalau udah selesai". "Wahh ibu jadi gak sabar nunggunya..". "Hehe iya bu.. ada bu manggil rendy" Tanya rendy, "Nanti sore ibu mau pergi ke rumah nenek buat bikin bolu spesial buat didi, kan 2 hari lagi didi ulang tahun.. ". "Wahh,.. ibu ,didi ikut yaa.. didi pengen ikutan buat bolu juga.. asikk didi udah gak sabar" Jawab rendy dengan begitu semangat. "Yahh tadinya ibu mau ngajak didi juga, tapi kak ayu masih belum pulang sekolah, kasian kakak nanti pas pulang gak ada orang di rumah, jadi didi tunggu yah.. ibu gak akan lama kok, ibu janji sebelum jam 9 malam ibu udah di rumah.." jawab ibu dengan senyumnya sambil mencubit pipi rendy. "Yah bu gak asik, didi bosen dirumah bu.. ". Ujar rendy dengan raut wajahnya yang jadi murung. ". "Ehh anak ibu gak boleh gitu dong, kan didi harus ngelanjutin gambar yang tadi, katanya didi mau nunjukinnya besok, harus janji lohh. " . "Iya bu iya.. yaudah gpp kok didi ditinggal sendirian.. tapi janji ya pulangnya jam 9..". "Iya didi.. ibu janji.. sekarang didi tidur dulu, ibu puterin lagu ya.. ibu juga mau siap siap dulu". "Siap bu..". Tampak ibu rendy lalu memutar sebuah lagu klasik dengan piringan hitam, lagu tersembut begitu merdu dengan kombinasi ayunan biola dan trompetnya seperti kembali kesuasana tahun 90 an.
Waktu pun berlalu, hari sudah mulai sore dan jam menunjukan pukul 5, rendy kecil yang masih tertidur di kamarnya terbangun oleh suara mesin mobil didepannya. "Didi.. sini lah.. ayah sama ibu mau pergi dulu.. " ujar sang ayah, "emm iya yah," jawab didi sambil menguap. "Nanti didi jaga rumah ya, kakakmu sebentar lagi pulang, kalau ada orang mencurigakan jangan dibukain pintunya, bilang aja ibu dan ayah lagi pergi.. jaga rumah ya nak". "Sini ibu cium dulu pipinya.. uuu anak ibu udah gede sekarang.. " . "Ihh ibu, didi udah gede tau malu ih.. ", rendy kecil merasa janggal dengan suasana tak biasa ini, langit memperlihatkan warna orangenya yang mencolok disertai dengan daun daun yang berguguran. sesaat orang tua rendy hendak akan pergi. Rendy berlari memeluk ibunya, itu suasana yang membuat ayah dan ibu rendy heran karena tak biasanya rendy seperti itu. "Bu.. janji ya jangan pulang lama lama..". "Iya didi.. kan ibu udah janji tadi.. gak lebih dari jam 9 kok.. ". Lalu ibu rendy melepaskan pelukan anaknya tersebut dan pergi sambil melambaikan tangannya. Rendy yang melihatnya hanya terdiam dengan tatapan kosong.
Sejam telah berlalu, rendy pun melanjutkan gambarnya tersebut dan berencana akan menunjukan gambarnya ketika acara ulang tahunnya. Tak lama kemudian terdengar suara bel pintu yang berbunyi. "Didi.. kakak pulang.. bukain pintunya dong.. " teriak seorang gadis diluar pintu. "Iya kak.. bentar, didi bukain". Jawab rendy. "Ibu sama ayah kemana di..?" Tanya kakak. "Pergi kak ke rumah nenek katanya mau pulang jam 9 nanti. Kak ayu.. temenin didi gambar yuk". Ujar rendy. Lalu kak ayu datang dan mencium pipinya pipinya. "Nanti ya didi kakak mau mandi dulu capek nih habis belajar". "Ihh kak ayu bau tau.. sana ih jangan dekat dekat" jawab rendy sambil membersihkan pipinya. "Haha walaupun kakak bau kan yang penting kakak tetap cantik hooo. " Ujar kak ayu sambil masuk kedalam rumah. Hari mulai gelap, didi yang sudah mulai bosan menggambar akhirnya mulai mengantuk. "Didi ohh didi.. didi jangan tidur dulu.. ayok kita makan, kakak masak enak loh ini.. nanti kalau kamu gak makan dimarahin ibu.. " teriak kak ayu dari ruang makan. "Emm iya kak, didi datang.. " jawab rendy sambil menguap. Diruang makan, rendy dan kakaknya memulai makan malamnya. Terlihat keadaan sangat sunyi karena hanya berdua dan tak ada suara tv ataupun radio. Rendy merasa ada firasat yang buruk akan terjadi dengannya namun ia masih terlalu kecil untuk bisa memahami itu dan menceritakannya ke kakaknya, yang hanya bisa rendy kecil lakukan adalah melamun sambil memainkan nasi dengan sendoknya. "Ehh didi.. dimakan nasinya, kok malah dimainin sih.. gak enak ya?". Tanya kak ayu. "Enak kok kak, cuman didi kaya gak pengen makan aja.. " . "Lah didi kenapa, sakit?". "Gak kok kak. Emm kak, didi mau nanya, kakak percaya sama hantu gak kak?". Tanya didi dengan serius, namun kak ayu malah tertawa kecil. "Hantu..? Didi kenapa sih, didi takut atau habis ngelihat hantu? Makanya didi gak selera makan..". "Gpp kak didi penasaran aja apa hantu itu emang ada atau gak dan dari mana asalnya hantu itu". "Ish udah lah didi, itu hal yang gak perlu kamu pikirin. Kalau menurut kakak, hantu itu ada sih tapi beda dunia dengan kita, mungkin hantu bisa melihat kita tapi kita gak akan pernah bisa melihat hantu. Jadi gak perlu ada yang ditakutin kan kita gak melihat dia. ". Jawab kak ayu. "Emm gitu ya kak,".
Setelah makan malam didi pun tidur ditemani kakaknya, jam sudah menujukan pukul 8. "Kak nanti kalau udah jam 9 atau ayah sama ibu udah pulang bangunin didi ya kak. " ujar didi dengan wajah cemasnya. "Iya didi, sekarang didi tidur yah, mimpi indah" jawab kakaknya sambil mencium keningnya.