Waktu sudah menunjukan pukul 7, aku mrasa bermimpi aneh tadi malam namun aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Tetapi aku jadi teringat kalau hari ini ada sebuah pr yang belum aku kerjakan. Dan sudah tak memungkinkan lagi aku mengerjakannya dirumah. Dengan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Aku kemudian langsung bergegas kekamar mandi, sarapan, lalu pergi berangkat kesekolah dengan terburu buru. Sampai aku tak sadar kalau buku pr aku tertinggal dirumah.
Sesampainya disekolah, ternyata guruku sudah berada dikelas dan terlihat banyak buku pr yang sudah dikumpulkan dimeja guru. "Udah semua ini buku pr dikumpulkan?" . "Sudah bukk.." ujar teman teman kelasku serentak.
"Awas ya ibu cek 1 per 1 buku ini dari absen, kalau ada yang ketahuan tidak mengumpul ibu jemur diluar panas panasan".
Aku yang mendengar itu langsung panik mencari bukuku ditas namun sayangnya aku tak menemukannya. Aku semakin panik saat tau bahwa hanya aku sendirian yang tak mengumpul, lalu guruku menyebut namaku u ntuk maju kedepan. Aku sadar dan akhirnya pasrah.
"Mana pr mu, knapa tidak kau kumpul?!". "Buku saya ketinggalan dirumah buk, maaf". Lalu guruku mengambil penggaris panjang dari kayu "iya, kau tau kan kalau saya tidak peduli dengan alasan apapun, angkat tanganmu tinggi tinggi". "Cetass.." suara kayu menghantam tanganku dengan keras hingga 10 kali. "Sekarang kau keluar, buka bajumu dan berdiri didepan tiang bendera sambil mengangkat 1 kaki, sekarang!"
Akupun langsung membuka bajuku dan terlihat banyak bekas luka garetan dipunggungku, aku baris ditengah teriknya matahari dan dilihat begitu banya orang yang lewat. Ntah dengan dasar apa aku bisa kuat dan bertahan melewati ini tapi yang aku tau aku hanya harus bertahan hingga jam pelajaran selesai 2 jam lagi.
Tak terasa sudah hampir 1 setengah jam aku berdiri dan aku sudah hampir mencapai batasku. Kepalaku sudah pusing, kakiku sakit, dan perutku mual ingin muntah. Aku sangat haus dan lapar, dan tiba tiba tanpa sengaja aku melihat air minum dan roti sibelakangku, aku tak tau siapa yang meletakan itu dan tak pernah sadar, tetapi aku tak peduli lagi, aku langsung minum air itu dan memakan rotinya agar aku bisa bertahan lebih lama. Ditengah tengah itu aku merasa melihat seseorang memerhatikanku dari jauh, ia berada dikelas lantai atas sendirian, dan hampir 1 jam ia memerhatikanku, namun aku tak tau siapa dia dan wajahnya tak terlalu jelas. Namun aku sudah tak peduli lagi dengan dia karena tubuhku sudah mencapai batasnya dan akhirnya akupun terjatuh. Hampir 1 menit aku tergeletak dan tak ada yang perduli keberadaanku. Namun seketika bel sudah berbunyi dan jam pelajaran sudah habis. Dengan sekuat tenaga yang tersisa aku bangkit dan kembali berjalan kekelas.
Didalam kelas orang orang sedang sibuk dengan pembagian kelompok dalam mengerjakan tugas. Dan lantas aku bertanya dengan ketua kelas. " Eh dio, aku ada dikelompok brapa? Gak sabar aku pengen ngerjain kelompok bareng sama kawan kawanku, kalau gak salah kerja kelompoknya dirumah kan?" Ujarku dengan ceria karena aku tidak sabar untuk bisa bergaul dengan mereka. Namun,
"Semua orang udah dapat kelompok, kecuali kau. Tadi guru yang memilih kelompok dan kau dimasukan dikelompok 3, tapi ketika guru sudah pergi orang orang dikelompok 3 sepakat untuk mengeluarkanmu dari kelompok karena mereka pikir kau cuman jadi beban, terus aku masukan kau dikelompok lain lagi tapi gak ada yang mau, sorry ya". Aku yang mendengar itu langsung patah hati, namun tak begitu sakit karena aku merasa sudah biasa. "Oh iya, makasih ya dio infonya" ujarku dengan senyum tipis.
Tak terasa bel istirahatpun tiba, aku kemudian berjalan menuju lantai atas balkon tempat aku biasa menghabiskan waktu setiap harinya. Karena hanya tempat itu yang paling aman,sudah 1 tahun tak ada seorangpun tau jalan menuju kesana karena harus memanjat melalui tembok tembok tinggi. Namun seketika saat aku sampai disana aku melihat ada seorang anak laki laki berdiri ditempat biasa aku berada. Lalu aku menghampirinya.
Dengan terherannya aku "Siapa kau, kok bisa tau tempat ini?". Dia hanya terdiam saja, lalu tiba tiba senyum dan tertawa tipis. "Aku sudah memerhatikanmu sejak lama, lagi pula gak susah kok untuk tau tempat ini, sudah 1 minggu ketika kau udah pulang aku selalu ada disini hingga sore". "Hmm begitu" ujarku sambil berjalan menuju disebelahnya.
"Hei, Namamu alvinkan?, Belakangan ini aku sering memerhatikanmu". " kenapa? Apa kau juga yang memberi air dan roti barusan?" Tanyaku dengan heran. "Haha iya, habisnya wajahmu pucat sekali barusan, bahkan barusan aku memanggilmu juga". Ujarnya sambil tertawa. " Jangan mengada ngada, walaupun kondisiku sedang sekarat aku masih bisa sadar kalau ada yang memanggilku, aku orangnya selalu waspada". Jawabku
"Hahaha masa sih, bahkan kau aja gak sadar kalau tali sepatumu lepas dan resleting celanamu masih terbuka, seperti itu kau bilang waspada? Haha". "Sialan bagaimana kau bisa tau, knapa baru bilang sekarang? Aku malu tau sepanjang jalan tadi, gimana kalau ada orang yang tau. " Jawabku sambil marah namun tersipu malu. Suasana menjadi lebih hangat bersamanya dari yang asalnya canggung.
"Hei, aku masih belun tau siapa namamu, jawab siapa?". "Namaku ya, hmm panggil aja rendy. Aku anak kelas sebelah, salam kenal" sambil menjulurkan tangannya kepadaku. Dan itu kali pertamanya aku bersalaman dan berkenalan dengan orang saat aku tiba di sekolah smp ini.
"Hm aku masih heran kenapa kau mau perduli dan memerhatikanku, tak ada satupun yang mau berteman denganku sejak awal aku berada disini". Suasana menjadi hening sesaat disertai hembusan angin dengan daun yang gugur berterbangan.
"Hemm aku harus jawab apa ya, aku mrasa ada sesuatu yang menarik dari dalam dirimu" sambil melihat kearah mataku dengan senyuman tipisnya.
Akupun merasa menyadari sesuatu "Tidak, tidak mungkin, jangan jangan.. kau.. kau seorang gay ya?!". "Hahaha.. sudah lama aku tak tertawa seperti ini" begitu terbahak bahaknya ia tertawa.
"Jawab dengan serius, aku gak mau berteman sama seorang gay, bisa makin rusak masa depanku." sahutku Dengan wajah cemberut.
"Haha, yeah tentu saja tidak. Sesuatu yang menarik dari dirimu adalah kau mempunyai sesuatu yang tak dimiliki orang lain".
"Apa itu?" Tanyaku, "Sebuah tekad yang kuat".
"Aku masih tak mengerti, apa maksudnya?kau orangnya sangat membingungkan". "Kau tak akan sanggup menjalani kehidupanmu sekarang ini tanpa adanya tekad yang kuat didalam dirimu, kau masih mencari tau siapa dirimu dan apa tujuanmu, dan kau takkan menyerah begitu saja sampai kau menemukan tujuanmu". Dengan wajah seriusnya. "Bagaimana kau tau dan yakin dengan jawabanmu?". "Karena kita tak jauh berbeda, aku bisa memahamimu dan merasakan apa yang kau rasakan". Jawabnya dengan serius sambil memandang kearahku.
"Aku meragukan itu, kau mempunyai fisik yang bagus, wajah yang tampan, dan aku yakin kau jadi idola para wanita dikelasmu rendy". "Kau salah alvin, fisik dan kekuatan bisa diubah kapanpun kau mau, karena kau memiliki sebuah tekad. Aku tak begitu perduli dengan keadaan sekitar dikelasku ntah itu wanita atau teman temanku, aku hanya memperhatikan sesuatu apa yang menarik bagiku dan salah satunya itu kau".
Langit yang cerah perlahan mulai berawan dan turun rintik rintik air, angin berhembus kencang disertai suara gemuruh. Bel pulangpun sudah berbunyi.
"Terimakasih rendy, trimakasih telah menjadi teman pertamaku dan orang pertama yang bisa memahamiku,". " Yeah, aku berharap kita bisa berteman selamanya hingga kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas. Ayok kita pulang" sambil menepuk bahuku.
Kami berjalan dilorong kelas sambil becanda gurau, tertawa bersama, saling merangkul, aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, sesuatu yang membuat hidupku menjadi lebih berarti, aku meneteskan sedikit air mata disela tawaku dengannya . Aku merasa sangat senang ketika berada disampingnya, dan semenjak kejadian hari itu kami selalu bersama disekolah.
Ketika aku sudah berpisah dengannya diperjalanan pulang, aku terus memikirkan perkataannya yang tadi ia ucapkan.
"Hmm.. Sebuah tekad ya". Sambil menatap langit yang kembali cerah aku terus berjalan pulang hingga sampai rumah. Aku merasa sangat bahagia hari ini dan ini adalah hari terbaik yang pernah ada didalam hidupku selama ini. Dimalam hari aku mengerjakan semua prku dan kembali belajar dengan penuh semangat, lalu aku tidur dengan senyuman yang terus ada dibibirku hingga aku tertidur lelap