Welcome to
The Hero From The Darkness
The Story of a Boy's Life Journey
Chapter 3
Pertanda dari sebuah mimpi

Aku kembali melihat sesuatu yang sudah tak asing lagi bagiku, cahaya merah, lantai berdarah dan suara tapak kaki menakutkan. Aku sadar ini sudah berulang kali namun ntah kenapa aku tidak bisa bangkit dari mimpi ini. Aku kembali berlari dan bersembunyi namun seketika rasa takutku berubah menjadi amarah, "kenapa kau selalu muncul dan merusak malam ku yang begitu singkat".

Seketika aku langsung keluar dari tempat persembunyian ku dan mencari makhluk itu berada. Aku berjalan menyusuri setiap lorong yang ada dengan kelap kelip lampu merah. Dan kemudian ketika aku mendengar suara lari langkah kaki dia yang khas aku mengejarnya dan memukul wajahnya yang buruk rupa itu. Namun tubuhku seketika lemas dan pukulan ku terasa tak bertenaga. Tetapi seketika suasana ruangan berubah perlahan menjadi hitam pekat dan makhluk itupun sudah tak terlihat lagi.

Diruang hampa ini aku merasa tenang. Seperti dimensi yang menghentikan waktu. Lalu aku terbayang masa laluku ketika masih berusia 7 tahun.

"Ibu.. kenapa kita harus pindah ke medan bu.. aku lebih suka dibandung, aku punya banyak teman dan saudara di sana yang sangat aku sayangi, ayo kita kembali lagi bu.. aku sangat rindu mereka"

"Mulai sekarang kita tinggal di medan ikut ayahmu, kalau bukan karena dia harus kerja disini ibu pun gak mau" jawab ibuku sambil memegang erat tanganku

"Tapi bu, aku gak mau pindah ke medan, aku gak kenal siapa siapa disini. Aku sangat takut bu.. ayok pulang bu.." sambil merengek dan tak mau meneruskan perjalanan.

"Gak usah cengeng, ibu gak suka.. kita sudah mau sampai ke rumah kontrakan baru kita.. kalo kau masih merengek terus nanti ibu tinggal! Jalan sekarang". Sambil menyentak pergelangan tanganku.

Sesampainya dirumah kontrakan. Aku melihat ayahku sedang menyimpan koper. Aku tak melihat satupun barang dirumah itu. Rumah itu benar benar kosong. Bahkan aku bisa mendengar suara gema nafasku.

"Bu.. aku mau nonton tv, mana tvnya bu.."

"Tvnya belum dibeli, mungkin minggu depan, sabar aja dulu. Ibu mau pergi dulu sama ayah beli makanan, kamu tunggu disini, pintunya ibu kunci dari luar taku ada kejadian kenapa knapa"

Aku tidak tau harus ngapain lagi. Tak ada yang bisa aku lakukan disini. Aku sangat rindu ketika masih dikampung halamanku, aku selalu memiliki teman bermain dan saudara yang mengasuhku dan aku sangat bahagia disana. Namun saat ini yang aku rasakan hanyalah kesepian. Tak tau harus berbuat apa, aku merasa ini terlalu mendadak.

Hari sudah mulai gelap namun ibu dan ayahku tak kunjung pulang. Untuk pertama kalinya aku mulai gelisah, sudah terlalu lama aku menunggu dan tak melakukan apapun, aku mencoba untuk tenang dengan cara tidur namun terdengar suara ketukan dari arah belakang. Aku sangat takut karena hari sudah gelap dan aku tak tau dimana tombol lampunya. Dan untuk pertama kalinya aku menangis didalam kesendirian.

Tak lama aku mendengar suara ayah dan ibu pulang dari depan. Aku merasa ketakutanku sudah berakhir. Namun aku salah..

" Ayah.. ibu.. aku takut disini begitu sunyi gelap dan tadi ada suara aneh dibelakang"

Lalu jawab ayahku sambil memukulku dengan gagang sapu disampingnya

"dasar anak bodoh, bukannya dihidupin lampunya, ntah beres berese kek ada sapu dirumah, anak pemalas". Mendengar perkataan ayahku, hatiku sangat sakit dan hancur ditambah ibuku malah membela ayahku. Sontak aku tak tau apa yang terjadi pada diriku, tangisankupun hilang namun sesuatu yang sakit tiba tiba berada didalam dadaku, rasanya seperti ditusuk sebilah pisau dan sesak didada ketika bernafas.

Kemudian ayah ibuku menyuruhku makan dikamar sendirian nan sunyi dan menyuruhku langsung tidur. Setelah selesai makan, aku merasa ada yang aneh dengan rumah ini. Aku merasa seperti diintai, dan ketika aku pergi kekamar mandi sendirian aku sering melihat bayangan tak jelas melewati tembok. Aku langsung lari kekamar dan tidur dibawah selimut. Aku terlalu takut untuk membuka selimutku walaupun badanku sangat panas berkeringat. Lalu aku menutup mata dan berharap aku akan kembali kekampung halamanku esok hari.

Kembali kedalam mimpiku yang berada diruang hampa, aku melihat diriku dimasa lalu yang masih berusia 7 tahun, ternyata tubuhku sangat memukau, kulit yang putih, badan yang berisi, wajah yang imut dan tampan juga pipi yang tembem, Dan aku tersadar suatu hal.. diriku yang sekarang tak serta merta menjadi lemah seperti ini, ternyata proses kehidupanku yang diiringi dengan kesedihan dan kebencian yang membuatku menjadi seperti ini.. aku sangat iri melihat diriku yang dimasa lalu itu. Namun diriku dimasa lalu tiba tiba menujuk kearah seseorang yang tinggi menggunakan jaket hitam, dengan kedua tangan dimasukan kedalam kantong, dan orang tersebut berada disebelahku. Aku tak dapat melihat wajahnya karena ia menggunakan masker hitam dan topi jaketnya yang hitam. Juga ia memakai kacamata bening, yang terlihat hanyalah matanya yang mirip seperti miliku.

Lalu orang tersebut menujuk kearah lain dimana ada orang menggunakan baju militer bewarna biru hitam dengan kacamata hitam juga menggunakan sarung tangan Lengkap dengan topi baretnya, ia juga membawa sebilah pisau dibelakangnya. Ia begitu gagah perkasa, ia memiliki badan kekar berotot dengan wajah putih yang sangat tampan, namun terdapat beberapa bekas luka dipipi, hidung, dan tangannya.

Kemudian mereka bertiga menunjuk kearahku, aku tidak tau apa artinya, mungkin mereka memiliki maksud tersembunyi. Namun seketika mereka menghilang perlahan seperti terbang. Dan tiba tiba aku terjatuh kedalam ruang hitam tanpa dasar dan sontak aku terbangun dari tidurku seketika.

Season 1 : Little Boy
Chapter List
Thank You >.<
Do you like this? Support the author to continue this Novel, Thanks for reading, see u later