Welcome to
The Hero From The Darkness
The Story of a Boy's Life Journey
Chapter 12
Kehidupan dan Kematian

Jam dinding diruangan tamu bergema, menandakan waktu sudah tepat pukul 9. Kak ayu yang merasa cemas pun akhirnya bangun dan mencoba menelepon ibu, namun tak ada respon panggilan dan hanya berdering saja. Terdengar suara keras benda jatuh dari luar, kak ayu pun mengeceknya ke luar rumah. Ternyata hanya dahan pohon yang tumbang.
"Hmm sepertinya sebentar lagi akan turun hujan deras, ish ibu kemana sih kok lama banget. Apa ibu nginap dirumah nenek ya, kayanya kalau udah jam 10 gak mungkin ibu pulang"
Kak ayu pun kembali menutup pintu rumah dan menguncinya, ia kemudian duduk diruang tamu menunggu ayah dan ibu sambil membaca buku pelajaran ditangannya. Disaat suasana sunyi senyap, tiba tiba ada suara ketukan pintu 3 kali yg cukup keras yang bahkan membuat kak ayu kaget. Kak ayupun bergegas menegceknya keluar dan membuka pintu.
"Apa itu, ayah? ibu?. aku yakin itu jelas suara ketukan pintu. "
namun tak ada orang sama sekali diluar, keadaan sangat gelap dan hujana deras sudah mulai turun. kak ayupun kembali masuk dan membaca bukunya. Namun ketika waktu sudah menunjukan tepat pukul 10 malam, tiba tiba terdengar suara sambaran pentir dan lampu mati seketika.
kak ayu merasa cemas dan takut, akhirnya ia kembali kek kamar didi sambil menghidupkan lentera dirumahnya.
"Entah kenapa aku merasa cemas malam ini, aku harap besok pagi ayah dan ibu pulang dan semua kembali baik baik saja".
Kak ayupun akhirnya tidur disamping didi. Waktu terus berlalu, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang cukup panjang. Mereka berdua sudah terlelap tidur, dan lampu sudah kembali menyala. Namun tanpa mereka sadari, ketika mereka tertidur dan waktu tepat jam 1 dini hari, lampu dikamar mereka berkedip kedip sendiri tanpa sebab. Terdengar suara seperti suara jeritan orang kesakitan dari arah dapur. itu berlangsung cukup lama hingga 15 menit.
Lalu disaat lelapnya mereka tidur, terdengar suara keributan diluar. Bel pintu rumah terus terusan berbunyi berulang kali, suara pintu diketuk tanpa henti. Akhirnya membuat kak ayu terbangun dari tidurnya.
"Ada apa ini, ada apa sebenarnya diluar, kenapa begitu berisik.. ini jam 2 pagi "
Kak ayupun sebenarnya takut untuk mengecek keadaan diluar, namun akhirnya ia memberanikan diri. Awalnya ia mengintip dari jendela, terlihat ada banyak orang diluar mungkin 6 atau 8 orang lebih, namun hanya ada 2 orang diteras yang bisa masuk kedalam dengan memanjat pagar, mereka masing masing membawa senter ditangannya dan membuat kebisingan.
"Assalamualaikum, dek.. dek ayu.. boleh buka pintunya.. kami dari kepling dan satpam komplek, ada urusan penting ini"
ucap seseorang yang berada diteras sambil mengetuk ngetuk pintu. Lalu kak ayupun membuka pintu dan bertanya kenapa terheran heran,
"Iya pak, ada apa yah kok ini rame banget jam 2 pagi?"
"Jadi gini dek ayu, bapak dapat kabar ada musibah.. soal orang tua kalian.. susah jelasinnya dek ayu.. nanti bapak jelasin aja dimobil yah, sekarang dek ayu sama rendy ikut aja dulu ya "
Mendengar ucapan pak kepling membuat ayu panik dan khawatir, ia langsung pergi kekamarnya rendy, namun rendy tertidur pulas dan kak ayu tak tega membangunkannya, akhirnya kak ayu menggendong rendy dan membawanya masuk kedalam mobil pak kepling, kak ayu tak lupa mengunci pintu dan menutup pagar sebelum pergi, walau hati kak ayu begitu gelisah dengan keadaan ini, sampai ia lupa membawa jaket, padahal cuaca sangat lah dingin dan gerimis.

lalu kak ayu langsung bertanya,
"ada apa sebenarnya ini pak? ayah sama ibu kenapa?"
pak kepling yang sebenarnya tak tega pun mau tak mau harus menceritakan semua kejadian ini,
"Gimana yah, bapak juga bingung jelasinnya, tadi malam jam 12 bapak ditelepon sama orang gk dikenal, ternyata itu pihak dari kepolisian, bapak pun kaget ada apa sebenarnya, lalu polisi menjelaskan kalau tadi malam jam 10 ada kecelakaan mobil sedan warna putih, dengan bk 4610 av, Bapak langsung mengira kalau itu mobil ayah kamu.. lalu polisi bilang mobil itu ditabrak truk dari belakang dijalan tol, sampai mobilnya terguling, polisi akhirnya ngecek ktp orang yang ada dimobil dan ternyata itu ayah kamu.. makanya polisi bisa ngehubungi bapak karena alamat ayah kamu ada disini. "

Mendengar itu kak ayu langsung menangis histeris seolah olah ini tidak nyata dan hanyalah mimpi,
"Terus gimana pak ayah sama ibu.. gimana.. mereka baik baik aja kan.. jawab.. kalau mereka baik baik aja cuman luka ringan"
Pak kepling yang mendengar pertanyaan kak ayu langsung bingung harus menjawab apa, karena polisi sudah mengatakan bahwa korban tewas ditempat saat itu juga, namun pak kepling merasa tak sanggup untuk mengatakannya.

"Hmm gimana ya dek ayu, bapak pun gk tau.. polisi cuman ngabarin itu aja, dan bapak udah suruh bang beni anak bapak datang kerumah sakit itu untuk mengecek langsung kebenarannya kalau emang ada kecelakaan, ternyata emang benar.. nanti dek ayu lihat sendiri aja ya.. bapak cuman ngejalanin amanah aja.. bapak juga udah ngehubungi keluarga nenek, mungkin sebentar lagi mereka bakal datang"
kak ayu masih menangis dan terus berdoa bahwa ayah dan ibunya baik baik saja..
Mobil berjalan sangat kencang, ditengah jalanan yang sepi dan gelap, mungkin moment itu tak akan pernah bisa dilupakan oleh kak ayu. Rendy yang mendengar tangisan kak ayu akhirnya terbangun. Ia heran mengapa ia tiba tiba berada didalam mobil dan melihat kak ayu menangis penuh air mata, rendy mengira ia sedang bermimpi.
"Kak.. kakak kok nangis, kita mau kemana?, kita lagi dimobil ayah ya?".
Namun saat rendy melihat ada pak kepling disampingnya ia tahu kalau ini bukan dimobil ayahnya. kak ayu tak bisa menjelaskan apapun ke rendy karena dia sendiri juga shock, dan kak ayu hanya bisa memeluk rendy.
"Kak ayu kenapa sih, kita mau kemana sebenarnya kak.."
"Kita mau kerumah nenek didi.. "jawab kak ayu

"Kita kok kesana,ngapain kak.. ini kan tengah malam.. kenapa gk sama ibu aja sih kak"
tanya didi, kak ayu hanya bisa terdiam sambil menangis. Melihat itu pak kepling disebelah langsung memegang bahu didi,
"Rendy.. nenek kamu tiba tiba mau ketemu kamu.. katanya kangen.. kak ayu lagi sedih, jangan ditanyain terus yah rendy.."
Rendy yang tak mengerti apa yang terjadi akhirnya hanya bisa diam dan melihat kejendela mobil sambil memeluk kak ayu.

Akhirnya mobilpun sampai dirumah sakit, terilihat ada 3 polisi yang berjaga didepan dan juga bang beni anaknya pak kepling. Merekapun turun dari mobil dan menghampiri polisi tersebut
"Jadi gimana pak, keluarga korban sudah dihubungi?" ucap salah seorang polisi bertanya kepada pak kepling.
"Sudah pak, ini mereka kedua adalah anaknya, sementara kerabat dan mertua korban sedang dalam perjalanan, mungkin kira kira 10 menit lagi pak". jawab pak kepling.
Lalu kak ayu langsung memotong pembicaraan
"Ayah sama ibu dimana?!"
pak polisi pun langsung membawa mereka keruangan IGD dan langsung menghadapkannya dengan seseorang yang wajah dan tubuhnya sudah ditutup dengan kain. Lalu kak ayu bertanya lagi,
"Ayah sama ibu mana, kok kita malah dibawa kesini. Mana mereka berdua, Anter kami sekarang!" teriak kak ayu sambil menangis.
Lalu pak polisi menunjuk wajah seseorang yang ditutupi kain tersebut, sambil memberi kode kepada pak kepling agar ia membuka kain tersebut. Akhirnya saat pak kepling membuka kain tersebut alangkah terkejudnya saat ia melihat wajah ayah rendy yang sudah tinggal setengah, Wajahnya sudah tak berbentuk lagi, mata kirinya sudah pecah berlumuran darah, bau amis langsung menyengat diseluruh ruangan. Kak ayu yang melihatnya langsung pingsan seketika, Rendy yang tak bisa melihat apapun hanya bingung melihat mengapa kak ayu tiba tiba tertidur. Polisi dan pak kepling lalu membawa kak ayu dan rendy keruangan istirahat. Rendy kecil yang berada disamping kak ayu hanya bisa mengusap usap rambutnya saja berharap semua akan kembali menjadi baik baik saja, ia terus memikirkan ayah dan ibunya yang ntah kemana padahal mereka sudah berjanji akan pulang tepat waktu jam 9.

Season 1 : Little Boy
Chapter List
Chapter 13

Chapter 14

Chapter 15

Season 1 End

Thank You >.<
Do you like this? Support the author to continue this Novel, Thanks for reading, see u later